Bagi kami kaum adam, berbicara tentang cinta berarti berbicara tentang perempuan..
Perempuan sosok yang tangguh tempat kita berteduh membasuh peluh, dia yang mengerti kita saat kita jatuh memberikan semangat baru ,kalau jatuh dan tak bisa bangkit lagi itu hanya rumor butiran debu. laki-laki dan perempuan pada dasarnya adalah satu, ketika hilang memunculkan rasa rimdu, kedua nya di cipta bukan untuk beradu siapa yang lebih maju, tapi diciptakan untuk saling membantu dalam doa penghulu.
Hawa diciptakan dari tanah liat sama seperti Adam ,kemudian hidup dengan tulang rusuk adam.
Dari peradaban manusia, Adam dan hawa lah yang menebarkan benih-benih cinta di dunia.. jadi jangan salah kan kenapa cinta ada, karena kita diciptakan untuk saling mencintai.
Kemudian datang lah kisah Romeo dan Juliet, yang mengisahkan tentang arti perjuangan, tentang arti cinta yang sejati.. tetapi cinta yang sejati berakhir dengan tragis.
Ada banyak kisah cinta yang di tulis oleh banyak orang..
Tapi menurut bujang alus setiap cinta pasti berakhir tragis dan ujung-ujungnya cinta itu perpisahan. Itu penafsiran dari saya.
Jika nyawa saja bisa berpisah dengan badan, apa lagi dengan pasangan.
Kata penyanyi dangdut Arafiq hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga.
Dan kata Zainudin cinta membangkitkan semangat bukan melemah kan semangat.
Tetapi banyak orang-orang besar kalah dalam percintaan, kemudian ia menempuh jadi biarawan hidup membujang selamanya, jadi cinta itu kejam.
Disini saya mempunyai dua opsi tentang cinta
Yang pertama saya setuju dengan cinta
Saya ingat cinta pertama saya yaitu waktu kelas enam SD, yaaa bisa dibilang cinta monyet.
Nah saat saya mengenal cinta pertama saya memang sulit untuk saya lupakan ,karena saya pacaran nya lama.
Waktu saya pacaran, saya rajin untuk bangun pagi dan rajin sekolah hanya semata-mata untuk bertemu dengan si doi.
Kedengarannya lucu tapi itulah realitanya , memang benar cinta membangkitkan semangat.
Nah opsi saya yang kedua, saya tidak setuju dengan cinta,
Bagaimana tidak melihat dari opsi yng pertama itu sudah salah, berkorban Tampa piki panjang.
Bersambung...

0 komentar:
Posting Komentar