Di hari Minggu ini aku berangkat dari stasiun pasar Minggu menuju Karawang.. pagi ini aku ingin bersilaturahmi bersama keluarga ku yang berada d Karawang..
Ting Ning nong Ning nong.. suara alarm dari stasiun bahwa kereta mau berhenti , tuuuuutttttt tuuuuutttttt dari arah kejauhan kereta datang menghampiri stasiun..
Di sebrang rel aku melihat sosok perempuan yang berjilbab panjang yang membelakangi ku.. sosok perempuan yang misterius bagi ku..
Belum sempat aku melihat wajah nya keretapun datang.
. tapi sayang kereta yang datang bukanlah kereta tujuan ku..
Setelah penumpang semua masuk petugas stasiun membunyikan peluit yang sangat khas.. puiiiiiiiiiiitttt .. kereta pun berangkat..
Aku terkejut setelah kerta berangkat , ternyata perempuan itu masih berdiri di seberang rel kereta .. dan semakin terkejut lah aku melihatnya.. ternyata wanita ini bercadar..
Semenjak saat itu obsesi ku terhadap wanita bercadar semakin tinggi.. rasa penasaran yang tinggi , ingin melihat wajah yang di balik sehelai kain itu..
Akhirnya keretaku datang ..
Aku segera naik kereta agar dapat tempat duduk.. tapi sayang kereta nya sudah penuh , akupun terpaksa harus berdiri.. sedikit obsesi ku berkurang akibat rebutan kursi..
Dan pada saat itu aku percaya akan takdir.. tidak disangka sangka ternyata perempuan itu tepat berada di belakang ku..
Hati ku berdebar-debar..
Aduhhhh dia di belakang ku lagi.. aku harus gimana ya..
Seperti pendekar yang sedang bertarung.. aku mempersiapkan jurus jurus pamungkas..
Ku beranikan tubuh ini menghadap ke belakang..
Saat aku menghadap kebelakang .. mata ku langsung menghadap ke mata wanita yang bercadar itu.. sedikit ku mencuri pandangan ke arah matanya .. sungguh indah matanya .. tak dapat ku gambarkan keindahan bola matanya..
Sepasang bola mata ku mengintip
Mengintai
Tak kuasa berkedip
Tak kuasa menolak pesonanya
Kedua mata ku terlalu sibuk mengaguminya
Sampai tak sadar waktu berlari begitu cepat..
Saat berdesakkan ku ambil pena dalam tas ku
Menari dengan lincah pena diatas nya
Menyebarkan kalimat pujian , kekaguman ..
Sepasang bola mata menyiratkan harapan akan puisi untuk sepasang bola matai lainnya..
Aku tak berani menyapa mu
Aku tak berani menegur mu..
Sampai pertemuan ini .. kutulis dalam tulisan berbentuk sair dan puisi.. dan jikalau kita berjodoh aku berjanji akan memberikan puisi ini sebagai modus untuk berkenalan dengan mu..
Tuuuuuu ttttt tuuuuutttttt.. pemberhentian ku sudah sampai .. selamat tinggal wanita bercadar..
Kutulis perjalanan ku dengan tinta emas
"Ukhti wanita bercadar"
Selamat jalan
Ting Ning nong Ning nong.. suara alarm dari stasiun bahwa kereta mau berhenti , tuuuuutttttt tuuuuutttttt dari arah kejauhan kereta datang menghampiri stasiun..
Di sebrang rel aku melihat sosok perempuan yang berjilbab panjang yang membelakangi ku.. sosok perempuan yang misterius bagi ku..
Belum sempat aku melihat wajah nya keretapun datang.
. tapi sayang kereta yang datang bukanlah kereta tujuan ku..
Setelah penumpang semua masuk petugas stasiun membunyikan peluit yang sangat khas.. puiiiiiiiiiiitttt .. kereta pun berangkat..
Aku terkejut setelah kerta berangkat , ternyata perempuan itu masih berdiri di seberang rel kereta .. dan semakin terkejut lah aku melihatnya.. ternyata wanita ini bercadar..
Semenjak saat itu obsesi ku terhadap wanita bercadar semakin tinggi.. rasa penasaran yang tinggi , ingin melihat wajah yang di balik sehelai kain itu..
Akhirnya keretaku datang ..
Aku segera naik kereta agar dapat tempat duduk.. tapi sayang kereta nya sudah penuh , akupun terpaksa harus berdiri.. sedikit obsesi ku berkurang akibat rebutan kursi..
Dan pada saat itu aku percaya akan takdir.. tidak disangka sangka ternyata perempuan itu tepat berada di belakang ku..
Hati ku berdebar-debar..
Aduhhhh dia di belakang ku lagi.. aku harus gimana ya..
Seperti pendekar yang sedang bertarung.. aku mempersiapkan jurus jurus pamungkas..
Ku beranikan tubuh ini menghadap ke belakang..
Saat aku menghadap kebelakang .. mata ku langsung menghadap ke mata wanita yang bercadar itu.. sedikit ku mencuri pandangan ke arah matanya .. sungguh indah matanya .. tak dapat ku gambarkan keindahan bola matanya..
Sepasang bola mata ku mengintip
Mengintai
Tak kuasa berkedip
Tak kuasa menolak pesonanya
Kedua mata ku terlalu sibuk mengaguminya
Sampai tak sadar waktu berlari begitu cepat..
Saat berdesakkan ku ambil pena dalam tas ku
Menari dengan lincah pena diatas nya
Menyebarkan kalimat pujian , kekaguman ..
Sepasang bola mata menyiratkan harapan akan puisi untuk sepasang bola matai lainnya..
Aku tak berani menyapa mu
Aku tak berani menegur mu..
Sampai pertemuan ini .. kutulis dalam tulisan berbentuk sair dan puisi.. dan jikalau kita berjodoh aku berjanji akan memberikan puisi ini sebagai modus untuk berkenalan dengan mu..
Tuuuuuu ttttt tuuuuutttttt.. pemberhentian ku sudah sampai .. selamat tinggal wanita bercadar..
Kutulis perjalanan ku dengan tinta emas
"Ukhti wanita bercadar"
Selamat jalan
